Infeksi cacing ini dapat terjadi akibat tertelannya telur cacing enterobius vermicularis (oxyuris vermicularis). Setelah telur cacing tertelan, larvanya akan menetas di duodenum dan tumbuh menjadi bentuk dewasa di usus besar. Cacing betina yang hamil (dapat mengandung 11.000-15.000 telur) akan berpindah ke daerah sekitar anus (perianal) untuk mengeluarkan telur-telurnya disekitar anus. Proses berpindahnya cacing ini akan menimbulkan sensasi gatal pada daerah sekitar anus penderita. Keadaan ini sering terjadi pada waktu malam hari sehingga penderita sering terganggu tidurnya dan menjadi lemah.
Morfologi :
-cacing dewasa betina : 8-13 mm
-cacing dewasa jantan : 2-5 mm, ekor melengkung
-telurnya berbentuk lonjong asimetris, berdinding tebal berisi larva
gejala penderita infeksi cacing kremi adalah :
- Kurang nafsu makan
- Berat badan menurun
- Aktivitas meningkat
- Sering mengompol
- Cepat marah
- Sulit tidur
- dll
Penularan cacing kremi dapat terjadi pada satu keluarga atau kelompok-kelompok yang hidup di lingkungan yang sama, seperti asrama, rumah piatu, dll. Proses penularannya dapat terjadi melalui :
- Penularan dari tangan ke mulut sesudah menggaruk darerah sekitar anus
- Penularan dari tangan dapat menyebarkan telur kepada orang lain karena memegang benda-benda lain yang terkontaminasi telur cacing ini
- Telur cacing dapat ditemukan di debu ruangan sekolah, asrama, kavetaria, dan lainnya. Telur cacing di debu ini akan mudah diterbangkan oleh angin dan dapat tertelan
- Telur yang telah menetas di sekitar anus dapat berjalan kembali ke usus besar melalui anus.




